Satu Lagi Pembenci Jokowi. Kenapa Rakyat Biasa Yang Tidak Kenal Jokowi Bisa Sangat Benci?

Jakarta - Nama Akunnya Taruno Kiswotomo atau Ibhas. Sebaris kalimat yang menarik dia tulis begini, “Duniaku adalah penyamaran. Ketika aku tak dianggap, itulah kemenanganku. Karena itu adalah tehnik mengelabui”. Lalu di bawahnya lagi ditulis, pekerjaan: Private Detective at Investigation. Ah, ternyata seorang yang kebanyakan nonton film Amerika. Saya juga punya teman yang begitu bangga memiliki profesi sebagai detektive swasta. Tapi ketika tidak ada pekerjaan, saya bilang sama dia, kalau dia tidak lebih dari seorang pengangguran biasa.

Di Indonesia, Detective Swasta tidak bisa dikatakan sebuah profesi atau pekerjaan. Karena belum ada perundangan yang menentukan masalah perijinan profesi seperti pengacara atau dokter. Dilihat dari pekerjaannya, setiap tindakan Detektive Swasta seperti, memotret diam-diam, menyadap, merekam suara dan video, dan memasuki property orang lain, harus dilihat apakah dia melanggar hukum atau tidak.

Menariknya, akun atas nama Taruno Kiswotomo ini mengunggah begitu banyak hinaan, hujatan dan fitnahan terhadap Presiden Jokowi. Saya sempat mencari akun atas nama dia, tapi tidak ketemu, yang ada hanya akun-akun orang yang balik menghujat si Taruno Kiswotomo. Mungkin dia ketakutan karena setiap orang yang men-share status dia langsung ditagkan pada Divisi Humas Polri, Cyber Crime Polri dan Mabes Polri.
Tulisan-tulisan dia di facebooknya, lebih cenderung seperti mengarang cerita bebas ketibang opini politik. Atau kalau mau lebih gaya sedikit, saya bisa bilang “Propaganda”. Misalnya tulisan dia yang saya copas dari facebook teman :
MIMPI CALON TUNGGAL Jokowi akan TERGANJAL dan malah akan terjadi Impeachment terhadap dirinya terkait Defisit APBN yg mencapai 3%.
Lagi-lagi Luhut binsar punya tugas menggedor DPR dan Partai tentu.dengan Konpensasi yg tidak sedikit. Sayangnya, nanti PAN akan menolak disusul pula oleh Demokrat. Hingga akan terjadi “Aman” buat Kolaborasi:
Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. Sementara PPP dan Golkar sebagian akan merapatkan suaranya menolak PT20% yang digagas oleh Rezim PKI ini.
Dengan kondisi seperti diatas, yg paling ketar-ketir adalah PDIP yg sarang Komunis ini. Begitu Rezim ini berganti, PDIP akan tutup buku dan Megawati akan Stroke mendadak.
Makanya saya berani bertaruh, Mimpi PETRUK jadi Calon Tunggal akab berubah menjadi Petaka buat dirinya juga Begundal-begund alnya. Karna sebelum 2019 Rezim ini akan TUMBANG….!
Opini yang dibuat dengan modal kedangkalan otak dan kedalaman kebencian dalam hati. sKalau dipikir-pikir, kenapa orang yang hanya rakyat biasa seperti TAruno Kiswotomo bisa begitu benci pada Jokowi? Padahal dia kenal juga tidak. Bertemu juga tidak pernah. Apakah karena dia merasakan langsung akibat dari dicabutkan subsidi BBM? Atau pengangguran yang kesulitan mendapatkan pekerjaan? Atau pemuja berat Prabowo? Atau mencari sensasi? Atau menjadi hater Jokowi bisa membawa rejeki seperti Jonru yang di follow banyak orang, yang setiap mengunggah status ratusan ribu orang meresponnya dan Jonru mendapat uang dari komentar-komentar yang diterima?

Dari sekian banyak praduga, hanya satu yang bisa membuat logika saya menerima adanya seorang raykat biasa mampu membenci Jokowi sedemikian rupa. Alasan itu adalah karena dia pemuja Prabowo yang kalah di Pilpres 2014. Prabowo yang dia kenal sebagai seorang Komanda yang gagah perkasa, menantu presiden, dan kaya raya, bisa kalah oleh seorang yang kerempeng, bukan siapa-siapa, hanya mantan Gubernur Jakarta dan tidak kaya raya.

Anehnya, Prabowo tidak pernah bergeming untuk menyerukan pada pemujanya untuk tidak mencela, menghujat, menghina apalagi menfitnah pihak lawan. Prabowo seolah menikmati semua celaan, hinaan dan fitnah yang dilontarkan para pemujanya. Atau Prabowo berada pada posisi buah simalakama? Kalau menyerukan pemujanya untuk STOP mencela, menghina, artinya Fadli Zon harus berubah sikap, jadi baik dan jinak dan bicara yang lebih bermutu. Kalau tidak menyerukan, Prabowo dipandang rakyat sebagai seorang penikmat semua pertunjukkan celaan yang disarangkan pada lawan.

Ah, sayang saya tidak kenal dia atau kalau saya menemukan akun facebooknya, serius saya akan menerima tarohannya dia. Saya bertaruh, orang yang dia panggil Petruk akan menjadi calon tunggal, kalaupun tidak menjadi calon tunggal, dia tetap akan memenangkan Pilpres 2019. Dan kalau Taruno ini kalah, dia harus mau mendaftarkan dirinya menjadi relawan WHITE HELMITS atau lebih dikenal dengan sebutan Syria Civil Devence dan dikirim ke Suriah. Kalau saya kalah, maka kalah pula Sang Petruk dan seluruh rakyat Indonesia.(seword.com)