Ini Alasan Makam MA di Bekasi Mendadak Dibongkar

Jakarta - Makam MA, pria yang dibakar massa di Bekasi, yang terletak di kuburan kampung Kedondong dekat kontrakan MA dan istrinya, Siti Zubaidah, telah berdiri sebuah tenda kecil yang hanya seluas dua makam.

Makam MA yang tanpa nisan itu direncanakan untuk dibongkar.

Pihak keluarga akhirnya sepakat makam MA diperbolehkan untuk dibongkar oleh pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi kepada jenazah MA.

Demikian dilontarkan oleh kuasa hukum keluarga Siti, Abdul Halim.

Pada awalnya, kata Abdul, keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi kepada jenasah MA, karena keluarga berpikir MA sudah tiada dan tidak akan mungkin kembali.

Selain itu, ketidaktahuan keluarga terhadap hukum, membuat keluarga MA khawatir atas proses-proses tersebut.

Pasalnya, istri MA, Siti hanya lulusan Sekolah Dasar yang tidak mengerti baca tulis.
"Keluarga tadinya memang tidak mau. MA sudah tidak ada, ya sudah. Tapi usai saya beri pengertian, ada hukum yang harus dijalani, kemudian keluarga setuju," kata Abdul.
Semua hal itu, lanjut Abdul, semata untuk memberikan kepastian hukum kepada para penyidik kepolisian terkait dengan kematian MA yang masih dirasa janggal dan tidak masuk akal karena harus dibakar.

"Ini untuk lebih jelas saja. Meninggalnya, apakah karena dihajar habis-habisan, atau saat dia dibakar," tegasnya.

Makam rencananya  mulai dibongkar pada Rabu (9/8) pagi dan pihak kuasa hukum juga akan memberikan bukti tambahan kepada kepolisian berupa video yang diambil pada saat kejadian pemukulan berlangsung.

Dari hal itu, mereka berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkapkan siapa saja yang terlibat dalam kejadian itu dan segera melakukan proses hukum berikutnya.  (tribunnetwork/rio)