FPI Sudah Gila? Berani Main Persekusi Pada Seorang Ulama. Kali Ini Ust. Taufik Umar Attamimi Di Poso Yang Jadi Korbannya

Jakarta - Saya jadi penasaran, apa yang ada dibenak orang-orang Front Pembela Islam atau FPI ketika mereka memutuskan untuk melakukan persekusi pada seorang ulama? Islam mana yang sedang mereka bela kalau seorang ulama pun menjadi isasaran mereka? Kalau FPI begitu giat menggaungkan akan kebebasan berpendapat, kenapa mereka tidak mau mengakui kebebasan orang lain untuk berpendapat? Seperti inikah “adil” yang diajarkan oleh agama Islam FPI? Ya, saya selalu mengatakan “Islam FPI” karena banyak ajaran-ajaran dari mereka begitu berbeda dengan ajaran agama Islam yang saya dapatkan.

Prinsip FPI itu sebenarnya mudah ditebak. Mereka berpegang prinsip, Kami benar, kalian salah. Halal bagi kalian, belum tentu halal bagi kami. Jadi dasar ajarannya adalah halal dan haran, benar dan salah. Apa mungkin Islam FPI tidak mengenal ajaran baik dan buruk? Atau jangan-jangan aksi mempersekusi orang lain yang bertentangan dengan FPI adalah baik bagi mereka? Dan ketika pihak lain mengkasuskan anggota FPI ke polisi, mereka akan serentak berteriak, “Kami di dzolimi!!” ?

Alasan dilakukannya persekusi ini berawal dari unggahan Ust Taufik Umar Attamimi pada tanggal 22 Juli 2017 lalu di  facebooknya. Pak Ustadz menulis begini:
Habib Rizieq di dukung penuh oleh semua Wahabi di tanah air, karena Habib Rizieq mengusung kepentingan Wahabi untuk mendirikan NKRI Bersyari’ah alias Negara Islam Indonesia gaya baru. Olehnya jangan heran Habib Rizieq juga di dukung oleh mereka-mereka yang justru mengingkari adanya keturunan Nabi saw.
Bagi mereka Habaib yang lain tetap bukan keturunan Nabi saw, tetapi Habib Rizieq adalah sebuah pengecualian. Bagi mereka Habib Rizieq adalah keturunan Nabi saw, karena dia sedang memperjuangkan kepentingan Wahabi. 
Jadi jangan terkecoh dengan makar licik Wahabi yang ingin menguasai Indonesia dengan menjadikan Habib sebagai ujung tombaknya. Mereka (Wahabi) memang sangat licik dan culas.
Pada tanggal 7 Agustus 2017, Ustadz Taufik Umar Attamimi didatangi segerombolan anggota FPI Poso yang dipimpin oleh KH. Sugianto Kaimudin dan rombongan, terkait pernyataan dia di facebook beberapa hari lalu mengenai Habibana wa Sayyidana Rizieq Husein Syihab. Dan Ustadz Taufik Umar Attamimi dipaksa untuk menyampaikan permohonan maaf yg sebesar besarnya kepada seluruh umat Islam yang merasa tersakiti oleh postingan dia. Berikut terlampir surat pernyataan permohonan maaf yang ditulis tangan dan ditanda tangani di atas meterai Rp.6.000 dan di saksikan oleh pimpinan dan rekan-rekan FPI Poso.

Keren sekali yah orang-orang FPI ini. Mereka sudah merasa paling benar. Saya pikir masalah persekusi ini sudah selesai dengan keluarnya intruksi langsung dari Bapak Presiden Jokowi kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak lagi melakukan persekusi. Ternyata bagi FPI ini tidak mempan. Atau mereka sudah kehilangan akal dan menjadi gila? Saya disini bertanya loh!
Untuk saya pribadi, ini menjadi satu catatan bahwa kemarahan anggota FPI atas setiap unggahan masyarakat yang menyinggung Imam Besar adalah bukti pengkultusan Habib Rizieq Shihab sebagai seorang Nabi bagi mereka.  Saat saya menemukan meme atau status-status facebook yang begitu mengagungkan Rizieq Shihab, sampai berani menyebutkan bahwa dia adalah seorang nabi dan lain sebagainya, saya pikir, ini semua hanya lelucon jenaka. Paska kaburnya Rizieq Shihab untuk menghindari pertanggungjawab dia atas semua perbuatan yang sudah dia lakukan, meme-meme pengikutnya malah semakin hebat.

Memangperlu diacungi jembol kalau melihat fakta bahwa seorang Rizieq Shihab begitu pandai berhasil mendokrin otak manusia sedemikian dalam. Kasus Pornografinya saja sudah membuat beberapa perempuan berani mengunggah pernyataan mereka di media sosial akan kesediaannya digauli oleh sang Imam Besar. Seketika Firza Mendapat banyak saingan!

Saya melihat pemerintah Indonesia sekarang begitu baik hati pada FPI. Banyak rakyat tidak paham, kenapa pemerintah sampai sekarang masih membiarkan FPI dan tidak membubarkannya, padahal kita tahu FPI hanya dikenal sebagai organisasi kemasyarakata yang membuat masyarakat resah dari dulu hingga sekarang. Sebagai sebuah organisasi besar, sumbangsih FPI pada bangsa dan negara ini tidak sebanding dengan semua huru hara yang mereka tebar. FPI itu organisasi baru jika dibandingkan dengan Muhammadiyah dan NU.

Saya berharap polisi akan segera memproses kasus persekusi ini dengan lebih serius lagi dan bisa menimbulkan efek jera bagi anggota FPI lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Saya akan pinjam bahasanya Presiden kita, “STOP, HENTIKAN INI SEMUA SEKARANG!”. Jangan biarkan FPI bersikap barbar kalau kita mengakui negera ini adalah negara yang berlandasakan hukum dan aturan.

Untuk Pak Ustadz, mengalah untuk menandatangi surat yang mereka sodorkan secara paksa adalah tindakan bijaksana. Dan kita semua tahu bahwa mengalah bukan berarti kalah. Sabar ya Pak Ustadz…

Sumber : seword.com