Cengengesan, Ahli IT ITB Dibacok, Amien Rais Malah Nyingung Omongan Lantur Buat Jokowi

Jakarta - Kita tahu kasus yang beredar sangat viral ini, Ahli IT ITB dari Rizieq Shibab FPI telah dibacok dimobil oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab. Seorang tokoh politik Amien Rais malah menyingung kinerja Joko Widodo (Jokowi) diaggap lemah dibandingkan dengan mantan Presiden RI lainnya, seperti Soekarno dan Soeharto.

Politisi senior PAN, Amien Rais, mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap Hermansyah, pakar Telematika dari ITB. Dikatakan mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu, insiden terhadap Hermansyah tak boleh dianggap enteng.

Tak segan, mantan Ketua MPR RI itu pun membandingkan kinerja Joko Widodo (Jokowi) yang dianggapnya lemah dibandingkan dengan mantan Presiden RI lainnya, seperti Soekarno dan Soeharto. Ia lantas pun melontarkan pernyataan menohok terhadap Jokowi. Amien bilang, Presiden Jokowi sekelas lurah di Indonesia.

"Ahli IT ITB dibacok, berdarah-darah. Semakin anarkis. Rakyat bisa marah kepada pemerintah. Jangan anggap enteng. Pak Harto yang jauh lebih kuat dari Jokowi saja, ketika rakyat marah, sudah selesai. Ini Bung Jokowi jauh lebih lemah dibandingkan Pak Harto, Bung Karno dan lainnya. Pak Jokowi jangan main api, dia itu Lurah Indonesia," tukas Amien, dalam sebuah wawancara dengan TVMu, belum lama ini.

Lebih lanjut, Amien pun menyinggung soal kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK senior, Novel Baswedan. Ia pun heran, mengapa Polisi begitu sigap mengungkap kasus-kasus teror, namun sangat sulit menemukan pelaku kasus Novel.

"Negara kita ini sudah semakin anarkis, ukurannya seorang perwira menengah kepolisian, Novel Baswedan, disiram pakai air keras, polisi gagal menemukan pelakunya," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, ahli IT, Hermansyah dibacok saat melintas di tol Jagorawi kilometer 6 bersama istrinya, pada Minggu (9/7), pukul 04.00 WIB. Saat kejadian korban dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok menggunakan mobil Toyota Avanza B 1086 ZFT.

Menyoal kondisi terbaru Hermansyah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan bahwa kini Hermansyah dalam keadaan sadar dan stabil.

"Yang bersangkutan dalam keadaan sadar dan stabil.Tensi darah, denyut darah, semua stabil. Yang bersangkutan juga bisa diajak komunikasi,” ujar Argo, Senin (10/7).

Menurut Argo, dari keterangan dokter, ada tindakan medis terhadap Hermansyah.
"Di sebelah kiri di atas telinga ada sayatan, di dagu sebelah kiri juga ada sayatan. Di tangan, baik itu di siku maupun di hasta tangan," tandas Argo.jitunews.com